| Thursday, 11 November 2010 | |
Dikenal sebagai member paling kreatif di Fahrenheit, “Da Dong” Jiro Wang baru-baru ini merilis buku pertamanya. Ini adalah tantangan terbesar untuk kemampuan artistiknya, karena dalam buku yang dirilisnya terdapat banyak artwork karyanya. Ini merupakan kali pertama seorang Da Dong merilis sebuah buku dan menjadi penulis. Di dalam bukumu ada banyak artwork, diantarannya yang manakah yang paling ingin kamu rekomendasikan untuk semua orang? Dalam “Van Gogh & I: All About Jiro” saya melukis self-portrait, terinspirasi dari self-portrait Van Gogh sendiri, saya ingin menggunakan lukisan ini agar lebih dekat dengan Van Gogh. Untuk mencapainya, saya memakai teknik “pointillism” miliknya untuk menciptakan gambarannya, ini adalah pertama kalinya saya bereksperimen dengan ini. Di lukisan, saya menghisap pipa karena Van Gogh sepertinya suka menghisap pipa juga dan saya ingin membuat diriku semirip mungkin dengannya. Awalnya, saya berpikir apakah harus menampilkan pipa atau tidak, tapi kemudian saya sadar jika saya tidak menampilkan pipa, lukisannya akan terkesan seperti mempromosikan diriku sendiri (tertawa). Van Gogh sangat menyukai lukisan self-portrait, tapi untukku ini adalah pertama kali saya mencobanya. Di masa lalu, saya pernah mencoba membuat lukisan self-portrait tapi saya selalu menyerah di tengah jalan, karena hal itu seperti sebuah tantangan untukku. Mungkin itu karena kamu harus terus melihat cermin saat melukiskannya, jadi saya memilih untuk melukis orang lain. Lahirnya self-portrait ini kurasa adalah untuk bukuku, lukisan ini merepresentasikan awal mula semangatku untuk mengatasi rintangan-rintangan self-portrait ini, dan ini juga sebuah karya seni yang saya kerjakan dengan segala daya upayaku. Meski saat ini kamu ada di dunia showbiz, kamu tidak pernah mencampakkan seni, sering menggambar kartun dan karya seni lainnya sesuai permintaan media untuk diberikan pada para pembaca. Ke depan nanti, jika kamu bisa membuka galeri senimu sendiri, tipe gaya seperti apakah yang akan kamu gunakan? Pada pertengahan Juni, berbarengan dengan perilisan buku baruku, saya membuka galeri seni umum di Art Center Hsi Mending dan saya juga melelang salah satu karya seniku untuk diamalkan, even ini akan berlangsung sampai Agustus. Jika di masa depan saya bisa membuka galeri lain, saya berharap nantinya bisa lebih artistik lagi dan tidak begitu konvensional, dengan lebih banyak imajinasi. Contohnya, di galerinya mungkin ada lukisan unicorn, yang kulukis secara 3D dan bisa kalian lihat jika ke sana, saya akan menyesuaikan setting-nya dengan artwork-nya untuk menerapkan konsep ini. Untuk buku barumu ini, kamu sengaja melakukan perjalanan ke Belanda dan bahkan sampai terjebak di bandara, tentu itu akan menjadi kenangan yang tidak terlupakan, bagaimana perasaanmu saat itu? Waktu itu, kami terjebak hujan abu dari letusan gunung berapi di Islandia, jadi di bandara sebesar itu benar-benar tidak ada satu orangpun. Hasilnya, jadwal penerbangan jadi amburadul karena seluruh penerbangan terpaksa dibatalkan. Dalam situasi seperti itu, di satu sisi saya mengkhawatirkan kedahsyatan letusan gunung berapi di Islandia, di sisi lain saya khawatir tidak bisa kembali ke Taiwan untuk menyelesaikan pekerjaan yang telah dijadwalkan. Pada akhirnya, kami harus bermalam di Belanda selama empat hari lagi, dan itu merupakan libur ekstra empat hari yang tidak terduga. Karena itu adalah pertama kalinya saya ke Eropa, saya melakukan perjalanan ke banyak tempat. Saya juga secara khusus datang ke hutan kecil dekat rumah yang pernah ditinggali Van Gogh, dan menghabiskan sesiangan melukis di area terbuka. Saya menyelesaikan karya berjudul “Van Gogh’s Neighbour”, karya yang akan saya lelang. Kapan pertama kalinya kamu yakin atau merasa berprestasi atas karya senimu? Waktu kelas 2 atau 3 Sekolah Dasar, ada tanah kosong yang tidak begitu besar di depan rumah kami. Selama liburan dan setelah pulang sekolah, saya suka menggambar dan membuat model paper clay. Saat tetangga berjalan melewatiku, mereka berujar seperti ini padaku, “Dong Dong, kamu sungguhan bisa melukis! Lukisanmu indah sekali!” Saat itu, mendengar pujian dari orang dewasa, membuatku mulai merasa percaya diri atas karyaku dan melukis menjadi sebuah aktivitas yang membuatku merasa sangat senang. Selama di SD, saya bersama beberapa murid seni lainnya diminta melukis di dinding seputar sekolah kami, itu adalah pengalaman pertamaku melukis di dinding. Ketika di Fu Hsin Trade & Arts College, apakah yang menurutmu menjadi karyamu yang paling kreatif? Saat sekolah saya pernah membuat lampu kreatif yang memiliki kesan sangat futuristik, bentuknya seperti permata heksagonal dan cahaya utamanya adalah warna-warna yang cool. Karya seni yang kamu simpan paling lama? Di SMP saya menggambar bermacam-macam objek acak menggunakan pena, dan terakhir kali saya membersihkan rumah secara tidak sengaja saya menemukannya masih ada di sana. Saya menggambar gambar-gambar kartun saat merasa bosan di kelas, lalu saya melanjutkannya sampai selesai ketika di rumah. Jika kamu harus pergi ke negara lain untuk mengambil foto-foto untuk buku barumu, kemanakah yang paling kamu inginkan untuk pergi? Pernahkah kamu berpikir untuk membuka kelas seni dan menjadi guru kesenian? |
JIROWANG TAMPILKAN BAKAT SENI DALAM BUKU
FAHRENHEIT KUNJUNGI HUA LIAN BERSAMA RIBUAN FANS
| Friday, 05 November 2010 | |
ASIANplus edisi 395 - BINTANG TAIWAN SEBAGAI spokesperson pariwisata Taiwan, Fahrenheit harus menemani sekitar 1.200 fans untuk mengunjungi Hua Lian pada 2 Oktober lalu. Sejak pagi, keempat personel grup ini sudah tiba di stasiun Taipei. Ternyata, sudah ada banyak fans yang menunggu mereka di sana. Dengan sekitar 80% fans yang mengikuti paket tur wisata, kegiatan ini diperkirakan sudah mengumpulkan pendapatan hingga NT$ 40 juta (Rp 12 miliar). Jumlah itu belum termasuk pendapatan dari fans yang datang sendiri. Dengan begitu, Fahrenheit sudah memberikan pemasukan yang cukup besar bagi pemerintah Taiwan. Sebenarnya, Fahrenheit baru kembali dari China pada malam sebelumnya. Dengan kondisi masih sedikit lelah, mereka langsung menuju Hua Lian. Apalagi, Calvin Chen sedang menderita flu dan Wu Zun mengalami radang tenggorokan. Namun begitu bertemu dengan fans, mereka kembali bersemangat. Setelah mengumumkan peraturan perjalanan dengan berbagai bahasa melalui microphone, Fahrenheit mulai memeriksa tiket para fans seperti kondektur. Lantas, apakah mereka tidak takut menimbulkan kekacauan di atas kereta? “Untung hanya memeriksa tiket, tidak memeriksa badan,” gurau Calvin. Di atas kereta, personel Fahrenheit mencoba berbagai makanan yang disuguhkan. Karena doyan makan, Wu Zun malah diledek rekan-rekannya. Begitu tiba di Hua Lian, rombongan ini disambut hangat oleh penduduk setempat. Malam harinya, mereka juga ikut menarikan tarian bambu dalam pesta rakyat. “Bisa menari, belum tentu bisa menari bambu,” keluh personel Fahrenheit. CALVIN CHEN BINTANGI MV SEXY GIRL Selama syuting, kedua bintang utama MV harus melakukan adegan panas seperti saling mengoleskan krim di wajah. “Saat mata kami beradu, rasanya saya bisa terpikat padanya. Apalagi, aroma parfum di tubuhnya membuat jantungku berdegup kencang,” puji Calvin. Dalam salah satu adegan, Monica harus memainkan buah berry di wajah Calvin. Meski terlihat sangat menggoda, buah itu ternyata terus lengket di wajah Calvin. Sambil duduk di atas kursi mewah, Calvin menyebut dirinya sebagai raja. Dia juga mengikat dirinya dan Monica dengan menggunakan selendang untuk melambangkan kebahagiaan mereka. Menurutnya, sexy girl idamannya adalah gadis yang ada bersamanya saat bangun di pagi hari. Jika sang gadis mengenakan kemeja kekasihnya dan membuatkan telur mata sapi untuknya di dapur, itu akan menjadi hal yang paling romantis baginya. Sementara saat ditanya komentarnya mengenai tinggi badan Monica, Calvin berkata, “Untung saya cukup tinggi. Jika berdiri, kami sangat serasi. Dia mengatakan akan mengajariku cara berjalan di atas catwalk. |
FAHRENHEIT ANGGOTANYA MEMILIKI BERAGAM PROFESI
| Tuesday, 12 October 2010 | |
My Idol Reguler edisi 80 - Mandarin Startalks Grup Band terpopuler dari Taiwan, Fahrenheit tanpa terasa sudah bertahan 5 tahun. Walaupun banyak boyband baru Mandopop yang muncul, nama mereka tetap menjadi bertahan hingga kini. Grup yang terbentuk sekitar tahun 2005 lalu tetap populer. Mereka terdiri dari Jiro Wang, Wu Zun, Aaron Yan dan Calvin Chan. Band yang mempunyai nama lain Fei Fei dan Su Kuai Sen Mi, akhir-akhir ini memang dilanda isu bubar, tetapi masing-masing anggota tetap membantah gosip ini. Ikuti kegiatan masing-masing personel di artikel ini, juga ada artikel mengenai Jiro Wang dan Fahrenheit bersama Koo Hye Sun syuting MV promowisata Taiwan… Tak Ingin Saling Cemburu Menanggapi rumor yang beredar tentang bubarnya grup ini, Fahrenheit memberi pernyataan, "Kami sudah terbiasa dengan semua itu (maksudnya gosip bubar,red), jadi kami tidak perlu menanggapi berita semacam itu. Setiap grup pasti akan mengalami hal-hal semacam ini." Dalam kenyataanya, popularitas masing-masing personel memang berbeda satu sama lain. Namun dengan kompak mereka sepakat mengatakan, "Kami menganggap popularitas dari masing-masing personel yang telah kami capai adalah suatu persaingan yang sehat agar bisa saling meningkatkan kemampuan kami masing-masing. Kita baru mengetahui sesuatu yang baik atau buruk setelah kita melakukan perbandingan." Mereka juga menegaskan tidak ada kecemburuan diantara mereka meskipun suatu saat nanti mereka masing-masing akan bersolo karir. Bahkan, Fahrenheit segera akan merilis album ke empat mereka bulan Agustus mendatang dan setelah itu mereka hanya tinggal menyelesaikan satu album lagi untuk menutup kontrak mereka dengan lebel rekaman. Jiro Wang dan Aaron Yan merupakan dua personel Fahrenheit yang paling tertarik dengan musik. Mereka berencana untuk merilis sebuah single tahun ini. Jiro Wang akan melakukan reuni dengan lima anggota band Don Cheng Wei lainnya. Grup band ini telah terbentuk sejak mereka duduk di bangku SMU. "Kami sudah berikrar saat masih di SMU dulu bahwa kami harus bisa perform di panggung bersama-sama." Jiro Wang berjanji akan memperkenalkan Dong Cheng Wei kepada para penggemar dengan memanfaatkan popularitas yang dimilikinya. Wu Zun fokus di akting Wu Zun memang dikenal orang yang doyan menyantap makanan. Walaupun demikian, dia senatiasa menjaga tubuhnya agar tetap sehat dan bugar. Tentang kebiasaan makan Wu Zun ini, rekan satu grupnya Jiro Wang menceritakan sebuah kejadian ketika mereka melakukan sebuah promo di Singapura, “Ketika makan bersama-sama, saya memintanya untuk menyisihkan dua daging bagian rusuk. Tetapi yang saya dapati ternyata hanya tinggal tulang-belulang saja.” Beberapa waktu lalu saat melakukan sesi tanda tangan, mereka juga tengah membicarakan tentang makanan. Jiro sedang bercanda dengan Wu Chun dan menyampaikan sebuah plesetan dari sebuah judul film yang pernah ada, “Pretend to be a ‘pig’ (play dumb) and swallow a tiger (this year is tiger year).” Yang artinya adalah “Kamu berpura-pura menjadi ‘babi’ dan menelan harimau.” Aaron Yan Belajar Musik Calvin Chen Memilih Menjadi Host Jiro Wang Ingin Menggelar Pameran Seni Jiro Wang menceritakan kebiasaannya membuat gambar sketsa untuk mantan kekasihnya lalu menjadikannya sebagai hadiah ulang tahun. Biasanya ia menggambar saat-saat bahagia mereka ketika melakukan perjalanan bersama atau moment indah lainnya. Semua hal-hal kecil semacam itu menunjukkan bahwa Jiro Wang adalah seorang lelaki yang setia. Menanggapi pertanyaan beberapa media tentang artis wanita yang sangat ingin digambarnya, Jiro berpikir sejenak lalu menyebut nama Ella (S.H.E), senior diperusahaan rekamannya saat ini. Ia menyatakan bahwa ia ingin mengambar punggung tangan Ella dalam versi komik. Selanjutnya obyek lain yang ingin digambarnya adalah Wu Zun dan dirinya sendiri agar bisa mengenang saat indah kebersamaan mereka bertiga dalam film Hanazakarino Kimitachie (Hua Yang Shao Nian Shao Nu). Jiro Wang mengetahui bahwa sebenarnya Ella juga sangat suka menggambar. Ella juga telah menyatakan bahwa ia sangat menyukai hasil karya Jiro Wang sejak pertama kali mereka bertemu. |
WUZUN MENGALAMI SIKSAAN FISIK
| Thursday, 04 November 2010 | |
Wu Zun merupakan salah satu aktor dan penyanyi yang ketenaran namanya sudah tak diragukan lagi. Pemuda asal Brunei ini tidak hanya dikenal di Taiwan, tapi juga Korea dan Jepang. Ketika Wu Zun dipasangkan bersama Rainie Yang dalam serial drama idola Taiwan terbaru Sunshine Angel, banyak yang meyakini kalau member boyband Fahrenheit yang pemalu, sopan, dan cool itu akan bisa klop dengan lawan mainnya, penyanyi imut dan ceria, Rainie. Saat duo entertainer populer Taiwan itu bertolak ke Shanghai untuk syuting serial mereka, atmosfer diantara keduanya begitu hangat. Bahkan dari hasil jepretan kamera tampak keduanya sangat akrab. Keduanya sering terlihat mengobrol dan tertawa di lokasi syuting, tidak hanya itu mereka juga kerapkali makan bersama. Sesekali mereka juga terlihat saling menggoda, yang seolah menunjukkan adanya getaran ketertarikan antar satu dengan lainnya. Rainie Cairkan Kebekuan Wu Zun Suka Saling Ejek Manajemen Wu Zun mengungkapkan Rainie tahu bagaimana membangun suasana, bahwa gadis itu seringkali melontarkan lelucon pada semua orang di tempat. Ditambahkan oleh mereka, Wu Zun pun tampaknya terpengaruh dan jadi mudah diajak bergaul, karena artisnya itu kerap berinteraksi dengan Rainie. Sementara mengenai ada atau tidaknya jalinan asmara diantara kedua bintang itu, mereka mengaku tidak melihatnya sejauh ini. Di pihak Rainie, manajemennya menjelaskan kalau hubungan kedua artis itu hanya sebatas teman baik yang sedang bekerja bersama-sama dan hubungan keduanya cukup dekat, karena itu publik tidak seharusnya menilai profesionalitas mereka dengan berlebihan. Bengkak Karena Tamparan Meski banyak siksaan fisik dialaminya, Wu Zun malah seringkali salah dalam pengucapan dialognya, membuat Rainie naik darah. Misalnya ketika dia harus mengatakan kalau tokoh Rainie adalah orang yang “perhatian”, Wu Zun malah menyebutnya “suka ikut campur”. Mudah Mabuk Laut Menjomblo 14 Tahun? Jika kamu pikir dengan wajah tampannya Wu Zun tidak kesulitan mencari pacar, maka kamu salah besar! Meski ini adalah serial yang mempersatukan tiga negara, yakni China, Jepang, dan Taiwan, namun media lebih tertarik mengupas kehidupan cinta dua pemain utamanya. Aktor yang beberapa kali sempat digosipkan mengencani lawan mainnya, seperti Ella (S.H.E) dan Angela Zhang, secara mengejutkan membuat pengakuan kalau dirinya telah menjomblo selama 14 tahun. Ella yang pernah mendapat wawancara mengenai hubungannya dengan Wu Zhun, mengungkapkan dirinya masih memiliki “rasa” untuk rekan aktornya yang dikencaninya saat mereka dalam satu produksi serial drama. Yang menjadi pertanyaan, apakah aktor yang dimaksud Ella adalah Wu Zhun? “Kami jatuh cinta itu hanya ketika berakting di serial, tapi tidak diluar itu. Kami hanya teman baik. Kami juga masih saling berhubungan,” sanggah Ella terhadap kecurigaan para pencari berita. Rainie pun memberikan dukungannya untuk Wu Zhun. Menurutnya Wu Zhun tidak seperti aktor-aktor lainnya yang suka flirting ke aktris-aktris lawan mainnya di waktu luangnya. Bekerja dengan Wu Zhun baginya merupakan pengalaman yang melegakan. Rainie bahkan memprotes sikap Wu Zhun yang seringkali mengabaikannya dan melamun saat diajak berdiskusi. Sementara itu, Wu Zhun sendiri menjelaskan kalau dirinya mudah lupa, bukan karena tidak memperhatikan apa yang dikatakan Rainie. Meski dijelaskan seperti itu, kita tidak bisa berhenti mengira-ngira apa gerangan yang menjadi rahasia dalam pikiran pria ganteng satu itu bukan? |
FAHRENHEIT BERI KESEMPATAN UNTUK DIRABA FANS
| Tuesday, 19 October 2010 | |
ASIANplus edisi 392 - Bintang Taiwan MENGIKUTI jejak para idola Jepang dan Korea, Fahrenheit juga menggelar acara tanda tangan bertiket pada 4 September lalu. Meski sempat diprotes karena harga tiket sebesar NT$ 700 (Rp 210.000) dinilai terlalu mahal, para fans tetap memadati acara ini. “Hari ini all you can touch (semua dapat kalian pegang). Bayar NT$ 700, bisa kembali!” gurau personel Fahrenheit. Dari sekitar 2000 fans yang memadati acara di University Sports Center itu, tak ada satu pun fans pria. Dengan tiket senilai NT$ 700 (Rp 210.000), hari itu Fahrenheit bisa mendapatkan pemasukan NT$ 1,4 juta (Rp 420 juta). Ternyata, harga tiket senilai NT$ 700 (Rp 210.000) itu hanya untuk bertemu Fahrenheit dan mendapatkan poster. Dia tidak mengizinkan fans menyentuh tubuhnya secara langsung. Karena itu, Wu Zun meminta bantuan rekan-rekannya. Begitu Aaron meraba dadanya, fans langsung berteriak histetis. Belakangan, banyak yang merasa Fahrenheit kurang kompak karena baru meluncurkan album keempat setelah setahun delapan bulan vakum. Saat ditanya mengenai hal ini, Wu Zun dan Jiro hanya berkata, “Sudah biasa. Namun mengenai kami tidak akan merilis album lagi, lihat saja nanti.” |
WU ZUN & KOO HYE SUN ADU AKTING DI ABSOLUTE BOYFRIEND VERSI TAIWAN
| Thursday, 04 November 2010 | |
ASIANplus edisi 395 - SINEMA Wu Zun yang saat ini sibuk syuting serial Sunshine Angel bersama Rainie Yang, sudah mengantongi serial baru. Personel Fahrenheit ini didapuk sebagai aktor utama serial Absolute Boyfriend (Zettai Kareshi) versi Taiwan. Kali ini yang menjadi lawan main Wu Zun adalah aktris Korea Koo Hye Sun, yang populer lewat perannya di serial Boys Before Flowers. DRAMA ini merupakan remake dari manga Jepang Zettai Kareshi, yang juga dikenal dengan judul Absolute Boyfriend. Sebelumnya, manga populer karya Yuu Watase ini sudah pernah diadaptasi ke dalam serial anime dan drama Jepang dengan bintang Mokomichi Hayami, Hiro Mizushima, dan Saki Aibu. Setelah membintangi serial Romantic Princess, ketenaran Wu Zun melambung dan kabarnya dia akan dibayar mahal untuk partisipasinya di serial produksi GTV ini, sekitar NT$ 300.000 (Rp 90 juta) per episode. Hye Sun sendiri dikabarkan menerima bayaran sekitar NT$ 470.000 (Rp 141 juta) per episode. Tapi, penonton di Taiwan memiliki perasaan campur-aduk mengenai keputusan GTV untuk memakai aktris Korea sebagai pemeran utama dalam tiga drama terakhirnya, termasuk Hayate Combat Butler yang dibintangi Park Shin Hye (baca ceritanya di A+ edisi 394). Penonton di Taiwan menunjukkan keinginan kuat mereka untuk melihat bakat domestik (bintang lokal) di layar TV. GTV menjelaskan bahwa para aktris Korea itu sudah membuktikan kemampuan mereka di pasar internasional, dan tidak akan membatasi kasting untuk dramadrama mereka hanya berdasarkan kewarganegaraan. Koo Hye Sun Pernah Lihat Foto Terlanjang Wu Zun Selain mengaku sudah melihat bagian atas tubuh Wu Zun di internet, dia juga berharap aktor tampan itu bisa tampil bugil total. “Itu sangat dinantikan, lho!” ucap Hye Sun sambil tersenyum. “Soal ukuran keterbukaan, kamu tidak perlu ikutikutan,” sahut Wu Zun. Wu Zun dan Hye Sun memang akan beradu akting dalam Absolutely Boyfriend. Serial yang diberi judul Mandarin Jue Dui Darling ini menceritakan tentang kisah cinta antara seorang gadis dan sebuah robot. Selain mengucurkan dana besar-besaran untuk mengusung teknologi canggih, honor kedua artis ini juga cukup tinggi. Karena itu, tak mengherankan jika tim produksi diperkirakan harus mengucurkan dana sebesar NT$ 5 juta (Rp 1,5 miliar) untuk memproduksi satu episode Absolutely Boyfriend. Berbeda dengan Hye Sun yang ceplas-ceplos, Wu Zun malah tampak kikuk, seolah sudah dirasuki perannya. Respon dan gerakannya seperti robot. Karakternya hampir mirip dengan Ella Chen (S.H.E) yang ceplas-ceplos. Bahkan, Hye Sun tak malu-malu mengaku suka minum arak saat mempromosikan serial Boys Before Flowers di Taiwan beberapa waktu lalu. Saat ditanya mengenai penampilannya dalam Absolutely Boyfriend, Wu Zun hanya berkata, “Bertelanjang dada bagi seorang pria tentu bukan masalah besar. selain itu, dia juga memiliki paras tampan. Saat syuting Boys Before Flowers, Hye Sun merasa Lee Min Ho adalah aktor paling tampan. Namun saat ini, tidak ada orang yang bisa dibandingkan dengan Wu Zun. “Di mataku, hanya ada dia!” puji Hye Sun. |
Langganan:
Komentar (Atom)

