Calvin Chen dari grup Fahrenheit baru saja meluncurkan buku Journey Backwards: Cal-vin Chen’s Vancouver Foreign Study Diary. Dia menceritakan pandangan khas dirinya ketika melihat kota Vancouver di Kanada. Dia menceritakan semua kehidupannya ketika belajar di sana. Selain kunjungan di beberapa objek wisata ternama, dia juga menambahkan informasi yang berhubungan de ngan objek wisata seperti hotel, lokasi, transportasi, anggaran, makanan dan se-bagainya. Buku ini juga dipadu dengan foto pengalaman Calvin sendiri yang akan membuat para pembaca lebih mengenal kota itu. Buku ini akan menjadi sebuah buku panduan wisata dan studi yang penuh dengan foto-foto keren. Kenangan Sekolah Semua kenangan yang dialami Calvin semasa berada di Kanada masih dapat diingatnya dengan jelas. Lewat buku Journey Backwards: Calvin Chen’s Vancouver Foreign Study Diary yang baru saja diluncur-kan, dia kembali mengenang masa-masa spesial di dalam perjalanan hidupnya. Belum lama ini Calvin kembali melakukan perjalanan. Dia mengenang kembali semua orang dan kejadian yang berkesan bag-inya. Tak lupa dia juga mengunjungi lagi lokasi-lokasi kenangannya untuk merangkai kembali masa-masa indah semasa sekolahnya dulu. Karena pernah belajar di Kanada, selain menguasai bahasa Inggris yang fasih, artis yang kuliah di jurusan manajemen ini juga bisa mem-berikan tips untuk memilih tempat wisata, sekolah, dan penginapan di luar negeri. Dia dapat memberikan informasi yang sangat berarti. Semangat Belajar Saat mengenang kembali masa-masa sekolahnya di Kanada dulu, Calvin menilai bahwa gaya pengajaran di sana sangat terbuka. Guru atau dosen mendorong siswa untuk menyampaikan pendapat. Gaya pengajaran ini dinilai sangat berbeda dengan gaya pendidikan di Taiwan. “Terutama dalam hal pembuatan laporan per kelompok. Tugas ini sangat penting bagi karirku di dunia artis untuk kemudian hari, terutama soal gaya panggung,” kata Calvin. Usai mengambil jurusan bahasa di sebuah kampus selama satu tahun, Calvin berhasil memasuki sebuah perguruan tinggi. “Saya beruntung kampus itu sangat terbuka. Mereka sangat mendorong mahasiswanya untuk mencoba berbagai hal. Semua orang sangat bersemangat. Setelah memiliki jurusan utama dan sampingan, para mahasiswa seperti dipasangi dinamo agar terus maju. Menurutku, segala hal yang kita sukai pasti akan kita raih meskipun berat,” kata Calvin. Dia juga melanjutkan, ”Selain kuliah, saya dan teman-temanku membentuk sebuah kelompok belajar. Kami menyelesaikan pelajaran yang belum diselesaikan dan mendiskusikan masalah ekonomi.” Setelah menimba ilmu ekonomi di perguruan tinggi itu, Calvin melanjutkan sekolahnya ke S2 jurusan ekonomi Universitas Victoria. “Lokasi kampus yang terpencil membuatku bisa berkonsentrasi belajar tanpa gangguan. Saya sukses mendapatkan ijasah hanya dalam waktu 10 bulan. Setelah itu saya menjadi asiten dosen. Saya masih ingat ketika saya harus mengajar di depan banyak orang. Malam sebelumnya saya tidak bisa tidur sama sekali karena merasa tegang. Persiapan mengajar membuatku lebih memahami apa yang saya pelajari dulu. Saat itu saya memberikan semua pengetahuan dan program yang saya tahu untuk adik-adik kelasku. Kenangan Cinta Menyukai Keramaian Sejak awal tahun ini, saya sudah berharap untuk mencoba berbagai hal yang berbeda, seperti memerankan karakter pria muda dewasa. Saya ingin mencoba menjadi presenter acara yang lebih beragam. Sebenarnya saya termasuk orang yang pemikir. Sejak dulu saya peduli dengan pandangan media dan fans. Walaupun zodiakku dinilai sangat percaya diri, tapi saya selalu berusaha menyesuaikan keinginan orang lain. Dengan kata lain, saya terlihat santai di luar, tapi kenyataannya saya sangat menuntut diriku sendiri.Karena banyak menuntut dalam pekerjaan, saya sangat mem-perhatikan kehidupan santaiku. Saya ingin mencari kembali tingkat relaksasiku. Saat liburan, saya lebih senang bepergian dengan kereta dan berjalan-jalan di pasar malam. Saya sangat senang mengunjungi tempat-tempat umum yang membuat relaks. Karena itu, teman-teman sering saya ajak makan di restoran. Suasana yang ramai sangat menyenangkan. Secara pribadi, saya menyukai keramaian dan membenci kesend-irian apalagi ketika sedang bad mood. Selain pekerjaan, hal selalu saya perhatikan adalah keluarga, teman, dan mungkin asmara. Untuk urusan asmara, saya selalu berharap banyak. Saya termasuk orang yang aktif dan tidak menyukai seseorang secara diam-diam. Kejujuran bagiku sangat penting. Paling tidak saya memiliki sete-ngah kesempatan. Jika berpacaran, saya tidak akan terlalu menyiksa perasaanku. Katakan Dengan Berani Saya baru tahu setelah pu-lang sekolah dia tidak pulang. Sepulang dari sekolah, saya baru tahu jika dia menung-guku di depan rumah. Demi saya dia nekat pergi dari rumah. Kenangan itu sangat menyentuh hatiku. Meski demikian perasaan kami perlahan mulai memu-dar. Cinta memang sulit dipaksakan. Karena itu, jika kalian menyukai seseorang, kalian harus segera meng-ambil kesempatan. Kalau seandainya si gadis yang menyukai dan mendeka-tiku lebih dulu, maka saya akan melihat-lihat. Apakah saya juga menyukainya atau tidak. Saya tidak ingin menyengsarakan orang lain. Jika hanya teman, kita boleh pergi makan bersama. Jika dia memiliki maksud lain, tapi saya tidak menyu-kainya, maka saya lebih memilih untuk menghindarinya. Tidak Pernah Melupakan Saya termasuk orang yang sangat berani dalam hal percintaan. Ketika hubungan cintaku hampir berakhir, saya pasti akan mencoba menahannya dan mencoba beberapa kali. Jika kekasihku tetap bersike ras, maka saya akan menyerah. Yang paling berat adalah hubungan dengan kekasihku di Kanada dulu. Kami saling mencintai setengah mati, tapi sekarang dia sudah menikah. Saat temanku bercerita tentangnya, mereka merasa bahwa wa-jahku terlihat masih muram. Kami sudah bersama-sama selama lima tahun. Saya kira kami akan menikah, tapi ternyata dia menikah lebih dulu setelah satu tahun putus denganku. Hatiku sangat sakit. Saya ingin mengatakan kepadanya mengapa begitu cepat melupakanku. Saat itu saya masih menjadi artis pendatang baru, sehingga wak-tuku lebih banyak untuk masalah pekerjaan hingga akhirnya melalai-kannya. Semua orang yang seusiaku ini pasti juga ingin menikah dan tidak berambisi karir. Saya tahu jika dia hanya ingin mencari suami yang baik dan saya mengabaikan hal ini karena merasa bahwa kami sudah begitu mantap. Namun rupanya dia tetap merasa tidak nyaman. Saya selalu merasa sedih ketika mengingat hal ini kembali. Jika bertemu dengannya, saya ingin bertanya kepadanya, “Apa kabar? Apakah kamu bahagia?” Saya masih ingin melihat orang itu, tapi jika dia sedang bersama suaminya, lebih baik saya menghindar. Apakah saya akan dikenalkan sebagai mantan kekasihnya? Saya ti-dak bisa menyapanya sebagai teman biasa. Itu terlalu sakit. Sebagian cinta bisa hilang, tapi dia hanya pergi jauh saja. |
CALVIN CHEN – KENANGANTERINDAH
WU ZUN - TIDAK MENIKAH, TIDAK MARAH DAN TIDAK AMBIL ALIH USAHA KELUARGA
Penyanyi-aktor Taiwan kelahiran Brunei, Wu Zun, menepis gosip yang beredar seputar kepergiannya dari boyband Taiwan Fahrenheit. Tak lama setelah pengumuman bahwa Wu Zun meninggalkan Fahrenheit awal bulan ini, muncul spekulasi bahwa itu dilakukannya karena dia tak bisa akur dengan personel lainnya. Tapi, Wu Zun bersikeras bahwa alasannya hanya karena ingin mengejar karier akting. Dia mengaku tak keberatan mengikuti tur konser bersama Fahrenheit bila kesempaan itu muncul. “Merilis album bersama Fahrenheit tidak terlalu memungkinkan karena setengah tahun ke depan saya terlalu sibuk. Tapi, bila ada tur konser, atau pertunjukan lainnya, saya rasa saya masih bisa berpartisipasi,” jelasnya pada reporter China setelah sesi rekaman untuk sebuah variety show di China 11 Juli lalu. Saat ditanya mengenai tuduhan bahwa dia hengkang dari Fahrenheit untuk menghabiskan lebih banyak waktu bersama istrinya yang diamdiam dinikahi serta anak yang telah dilahirkannya, Wu Zun menjelaskan bahwa semua tuduhan itu sangat tak berdasar. “Gosip itu sudah beredar sejak tiga tahun lalu, dan selalu menjadi makin serius setelah beberapa saat. Sekarang, mereka membuatnya seakan-akan itu semua sungguhan. Bahkan saya sendiri bingung,” jawabnya menepis rumor jika dia telah diam-diam menikah dan menjadi ayah. Bintang berusia 31 tahun itu kemudian berkomentar mengenai gosip yang mengatakan kepergiannya dari Fahrenheit demi menjalankan usaha keluarganya di Brunei. “Itu tidak benar. Saya tak akan meninggalkan Fahrenheit untuk hal seperti itu!” tegas pemilik nama asli Goh Kiat Chun ini. “Sebenarnya, saya sedikit menyesal karena ayahku berharap saya bisa melanjutkan usaha keluarga. Tapi dia melihat betapa saya mencintai dunia hiburan dan membiarkan saya melakukan apa yang kuinginkan. Jadi, begitu saya punya waktu, saya akan kembali untuk membantunya.” |
FAHRENHEIT - BUBAR TAHUN DEPAN
Fahrenheit terusmenerus menjadi headline menyusul kabar kepergian Wu Zun. Berita terbaru mengatakan bahwa kontrak trio Fahrenheit dengan HIM Records akan berakhir tahun depan, dan itu berarti ada kemungkinan grup sukses ini akan bubar. Benarkah?
Kemungkinan bubar muncul akibat konflik di antara personel yang tersisa. Kabarnya, Jiro Wang menerima tawaran dari sebuah perusahaan film, Aaron Yan sudah siap bersolo karier, sementara Calvin Chen memiliki acara sendiri untuk dipandu. Setelah Wu Zun, Aaron dipercaya akan menjadi personel berikutnya yang akan bersolo karier karena dia satu-satunya yang telah merilis mini album solo. Saat kabar Wu Zun meninggalkan grup ini beredar, Aaron menulis di micro-blognya. “Saya akan terus bekerja keras sendirian... Saya mengharapkan yang terbaik bagi semua ‘kakakku’ (rekan satu grup),” tulisnya. Fans jadi penasaran dengan alasannya menyebut “sendirian” dan mengartikannya sebagai keinginan Aaron untuk bersolo karier. Sebenarnya, tiga personel tersisa sudah melakukan banyak kegiatan solo. Aaron dan Jiro masing-masing memiliki iklan sendiri, dan Calvin berinvestasi di bisnis pakaian trendi. Aaron, Calvin, dan Jiro memperpanjang kontrak mereka dengan HIM Records tahun lalu, dan kontraknya akan berakhir tahun depan. Apakah mereka akan kembali memperpanjang atau tidak, masih sulit dipastikan. “Ketiganya dan perusahaan ini sudah bekerjasama dengan baik. Masing-masing dari mereka memiliki rencananya sendiri. Jiro Wang saat ini mempersiapkan album solo, dan Calvin memandu acara serta merilis sebuah buku,” jelas perwakilan HIM Records. Aaron baru saja merilis versi Jepang dari mini album solonya. Dia pergi ke Osaka dan Tokyo untuk mengadakan acara promosi, menarik perhatian 2 ribu fans. Menariknya, Wu Zun juga datang ke Tokyo untuk menggelar dua acara jumpa fans. Karena menyanyi bukanlah keahlian terbaiknya, maka dia memilih bermain bersama fans dan merebut hati mereka degan ekspresi kesakitannya saat mendapat hukuman untuk meminum teh pahit dan jus lemon.
Aaron Yan Marah Akibat Insiden Pelemparan?
Ribuan Orang Hadiri Jumpa Fans Solo Pertama Wu Zun
Langganan:
Komentar (Atom)

